Kekerasan seksual adalah kejahatan yang sangat merusak bagi korban, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara psikologis dan emosional. Dampak psikologis dan emosional bagi korban kejahatan kekerasan seksual sangatlah serius dan berkepanjangan.
Menurut pakar psikologi, Dr. Maria Monica, “Korban kekerasan seksual sering mengalami trauma berat yang dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka dalam jangka panjang. Mereka mungkin mengalami gangguan stres pasca-trauma, depresi, kecemasan, dan bahkan memiliki pikiran untuk bunuh diri.”
Dampak psikologis dari kekerasan seksual dapat berupa perasaan malu, bersalah, dan hancur secara emosional. Korban sering merasa tidak berdaya dan kehilangan rasa percaya diri. Mereka juga mungkin mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain karena trauma yang mereka alami.
Sementara itu, dampak emosional dari kekerasan seksual bisa mengakibatkan korban mengalami gangguan tidur, penurunan nafsu makan, dan kesulitan dalam mengontrol emosi mereka. Mereka mungkin merasa marah, takut, dan tidak aman secara konstan.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Psikologi Jakarta, korban kekerasan seksual sering mengalami gangguan kepercayaan dan kesulitan untuk mendapatkan dukungan dari orang-orang di sekitar mereka. Hal ini dapat meningkatkan risiko korban mengalami isolasi sosial dan kesulitan dalam proses penyembuhan mereka.
Untuk membantu korban kekerasan seksual mengatasi dampak psikologis dan emosional, penting bagi mereka untuk mendapatkan dukungan dan bantuan dari para ahli kesehatan mental dan konselor yang berpengalaman. Proses pemulihan mungkin memerlukan waktu yang lama, tetapi dengan dukungan yang tepat, korban dapat pulih dan memulai kembali kehidupan mereka dengan lebih kuat.
Dalam menghadapi dampak psikologis dan emosional dari kekerasan seksual, penting bagi korban untuk tidak merasa sendirian dan mencari bantuan dari orang-orang terdekat. Dengan dukungan yang tepat dan kesabaran, korban dapat pulih dan mengatasi trauma yang mereka alami.