Proses pelatihan penyidik profesional merupakan tahapan yang penting dalam menciptakan penyidik yang handal dan kompeten. Mulai dari penerimaan hingga sertifikasi, setiap langkah dalam proses pelatihan tersebut memiliki peran masing-masing dalam membentuk seorang penyidik yang profesional.
Menurut Komisaris Besar Polisi Mochamad Iriawan, proses penerimaan calon penyidik harus dilakukan secara selektif dan teliti. Hal ini penting untuk memastikan bahwa calon penyidik memiliki kemampuan dan integritas yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Iriawan juga menekankan pentingnya pelatihan yang intensif dan terarah bagi calon penyidik agar dapat memahami secara mendalam tugas dan tanggung jawab yang diemban.
Sementara itu, dalam proses pelatihan penyidik, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Polri Komisaris Jenderal Polisi Widodo Eko Prihastopo menekankan pentingnya penguasaan berbagai keterampilan teknis dan non-teknis bagi seorang penyidik. Menurutnya, seorang penyidik profesional harus mampu menguasai teknik interogasi, analisis bukti, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
Setelah menyelesaikan proses pelatihan, seorang penyidik akan mengikuti ujian sertifikasi yang bertujuan untuk mengukur tingkat kompetensi dan kualitas kerja seorang penyidik. Menurut Kepala Divisi Profesi dan Pengembangan SDM Bareskrim Polri Brigjen Pol M. Arsal Sahban, sertifikasi merupakan bukti bahwa seorang penyidik telah memenuhi standar kualifikasi yang ditetapkan oleh lembaga terkait.
Dengan melalui proses pelatihan yang komprehensif dan ujian sertifikasi yang ketat, diharapkan bahwa setiap penyidik yang dihasilkan akan mampu menjalankan tugasnya dengan profesional dan bertanggung jawab. Sehingga, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dapat terus meningkat dan kasus-kasus hukum dapat ditangani dengan baik dan adil oleh penyidik yang profesional.