Kekerasan dalam rumah tangga adalah masalah serius yang sering kali terjadi di masyarakat kita. Dampaknya bagi korban sangatlah besar, baik secara fisik maupun psikologis. Menurut data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, setiap tahunnya terdapat ribuan kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dilaporkan.
Korban kekerasan dalam rumah tangga seringkali mengalami trauma yang dalam dan sulit untuk pulih. Mereka merasa takut, cemas, dan tidak aman di tempat yang seharusnya menjadi tempat perlindungan. Menurut dr. Andriani, seorang psikolog klinis, “Korban kekerasan dalam rumah tangga seringkali mengalami masalah kesehatan mental yang serius, seperti depresi, kecemasan, dan gangguan stres pascatrauma.”
Solusi untuk mengatasi kekerasan dalam rumah tangga tidaklah mudah, tetapi langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan perlindungan dan dukungan kepada korban. Menurut Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, “Penting bagi kita semua untuk bersama-sama melawan kekerasan dalam rumah tangga dan memberikan dukungan kepada korban agar mereka bisa pulih dan mendapatkan keadilan.”
Selain itu, pendekatan yang holistik juga diperlukan dalam penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga. Menurut Anjas Rivai, seorang aktivis hak asasi manusia, “Pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat secara keseluruhan perlu bekerja sama untuk memberantas kekerasan dalam rumah tangga. Penegakan hukum yang tegas dan pencegahan yang efektif juga sangat dibutuhkan.”
Dengan kesadaran dan aksi nyata dari semua pihak, diharapkan kekerasan dalam rumah tangga dapat diminimalisir dan korban dapat mendapatkan perlindungan serta keadilan yang layak. Sebagai masyarakat yang peduli, mari kita bersatu melawan kekerasan dalam rumah tangga demi mewujudkan rumah tangga yang harmonis dan aman bagi semua.
