Kronologi kasus pembunuhan di Ampenan memang benar-benar menggemparkan warga setempat. Kejadian tragis ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan di tengah masyarakat. Menurut Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, AKBP Made Wira Prayatna, kasus ini masih dalam proses penyelidikan intensif.
Pembunuhan yang terjadi di daerah Ampenan ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang mencium bau tidak sedap dari rumah korban. “Saya sangat terkejut ketika mengetahui kasus ini. Korban adalah tetangga yang ramah dan baik,” ujar salah satu warga setempat.
Kronologi kasus ini dimulai saat korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya dengan luka-luka di tubuhnya. Menurut keterangan dari saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan, terdapat indikasi bahwa pelaku pembunuhan adalah orang yang dekat dengan korban.
Menurut psikolog kriminal, Dr. Andi Gunawan, kasus pembunuhan seperti ini seringkali melibatkan faktor emosi dan dendam pribadi. “Diperlukan pendekatan psikologis yang mendalam untuk memahami motif sebenarnya dari pelaku pembunuhan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Kota Mataram, AKBP Dodik Wijaya, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus bekerja keras untuk mengungkap kasus ini. “Kami akan bekerja secara profesional dan berkomitmen untuk membawa pelaku ke pengadilan agar mendapat hukuman yang setimpal,” ujarnya.
Kasus pembunuhan di Ampenan memang menjadi sorotan publik karena kekejaman yang dilakukan oleh pelaku. Semoga kasus ini segera terungkap dan pelaku dapat ditangkap secepatnya untuk mengembalikan rasa aman dan ketenangan bagi warga setempat.
