Teknik Interogasi yang Memaksimalkan Pengungkapan Informasi dari Pelaku


Teknik interogasi yang memaksimalkan pengungkapan informasi dari pelaku merupakan hal yang sangat penting dalam proses penyelidikan suatu kasus. Dalam penegakan hukum, informasi yang diperoleh dari pelaku dapat menjadi kunci utama dalam mengungkap kebenaran dan memastikan keadilan tercapai.

Menurut ahli psikologi forensik, Dr. Yudha Pratama, teknik interogasi yang efektif dapat membantu mengungkap informasi yang sebelumnya tidak diketahui. “Dalam proses interogasi, penting untuk memperhatikan faktor-faktor psikologis dari pelaku. Dengan memahami karakteristik individu, kita dapat menggunakan pendekatan yang tepat untuk memaksimalkan pengungkapan informasi,” ujarnya.

Salah satu teknik yang sering digunakan dalam interogasi adalah pendekatan persuasif. Dalam pendekatan ini, interogator mencoba untuk membangun hubungan yang baik dengan pelaku sehingga ia merasa nyaman untuk berbagi informasi. “Dengan pendekatan persuasif, pelaku cenderung lebih terbuka dalam memberikan informasi yang dibutuhkan,” tambah Dr. Yudha.

Selain itu, teknik interogasi yang memanfaatkan non-verbal communication juga dapat sangat efektif. Menurut Dr. Bella Sari, seorang ahli komunikasi non-verbal, ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan bahasa tubuh pelaku dapat memberikan petunjuk penting dalam proses interogasi. “Dengan memperhatikan non-verbal cues, interogator dapat membaca pikiran dan emosi pelaku, sehingga memudahkan dalam mengungkap informasi yang sebenarnya,” katanya.

Namun, perlu diingat bahwa dalam menggunakan teknik interogasi, kita harus tetap memperhatikan etika dan prinsip-prinsip hukum yang berlaku. Menurut Prof. Budi Wibowo, seorang pakar hukum pidana, interogasi yang dilakukan secara kasar atau mengancam dapat melanggar hak asasi manusia pelaku. “Interogasi yang dilakukan dengan cara yang tidak manusiawi tidak hanya tidak efektif, namun juga dapat merugikan proses hukum secara keseluruhan,” tegasnya.

Dengan demikian, penggunaan teknik interogasi yang memaksimalkan pengungkapan informasi dari pelaku harus dilakukan dengan bijaksana dan profesional. Dengan memperhatikan faktor psikologis, menggunakan pendekatan persuasif, memanfaatkan non-verbal communication, serta tetap mematuhi etika dan prinsip-prinsip hukum, proses interogasi dapat menjadi alat yang efektif dalam mengungkap kebenaran dan memastikan keadilan tercapai.