Warga Ampenan di Kota Mataram dilanda perampokan yang membuat mereka menjadi korban ketakutan. Kejadian ini telah terjadi beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir, meningkatkan kekhawatiran dan kecemasan di kalangan penduduk setempat.
Menurut Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Kombes Pol Drs. Artanto, “Kami telah menerima laporan tentang serangkaian perampokan yang terjadi di wilayah Ampenan. Kami sedang melakukan penyelidikan intensif untuk menangkap pelaku-pelaku dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.”
Salah satu warga yang menjadi korban perampokan, Ibu Siti, mengungkapkan ketakutannya setelah mengalami kejadian tersebut. “Saya merasa sangat takut dan tidak aman tinggal di rumah saya sendirian. Saya berharap kepolisian segera menangkap pelaku agar kejadian serupa tidak terulang lagi.”
Menurut data yang dihimpun oleh Pusat Kriminologi Universitas Indonesia, kasus perampokan telah mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. “Faktor-faktor seperti kemiskinan, ketidakstabilan ekonomi, dan minimnya pengawasan keamanan merupakan faktor utama yang memicu tingginya kasus perampokan di berbagai daerah,” ujar Dr. Andi, seorang pakar kriminologi dari Universitas Indonesia.
Dalam menghadapi situasi ini, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Kombes Pol Drs. Artanto, menegaskan pentingnya kerjasama antara kepolisian dan masyarakat dalam upaya mencegah dan menangani kasus-kasus perampokan. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Laporkan segala kejadian yang mencurigakan agar kami dapat segera bertindak,” ujarnya.
Dengan adanya kejadian perampokan yang dilanda warga Ampenan, penting bagi pemerintah dan aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum guna memberikan perlindungan kepada masyarakat. Semoga kasus perampokan ini segera terungkap dan pelakunya dapat ditangkap untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
