Kejahatan merupakan masalah yang selalu ada dalam masyarakat, dan menangani kejahatan dengan pendekatan analisis risiko menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengurangi tingkat kejahatan yang terjadi. Pendekatan ini memungkinkan penegak hukum untuk lebih fokus pada upaya pencegahan kejahatan dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko kejahatan yang mungkin terjadi.
Menurut Prof. Dr. Soeprapto Supomo, seorang pakar kriminologi dari Universitas Indonesia, “Analisis risiko merupakan alat yang sangat berguna dalam menangani kejahatan, karena dengan mengetahui risiko kejahatan yang ada, kita dapat merancang strategi pencegahan yang lebih efektif.”
Dalam praktiknya, pendekatan analisis risiko melibatkan proses identifikasi risiko, evaluasi risiko, serta pengelolaan risiko. Identifikasi risiko dilakukan dengan mengidentifikasi potensi kejahatan yang mungkin terjadi, sedangkan evaluasi risiko dilakukan dengan mengevaluasi tingkat keparahan dan kemungkinan terjadinya kejahatan tersebut. Selanjutnya, pengelolaan risiko dilakukan dengan merancang strategi pencegahan yang sesuai untuk mengurangi risiko kejahatan yang telah diidentifikasi.
Menurut Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Idham Azis, “Pendekatan analisis risiko dapat membantu kepolisian dalam mengidentifikasi dan menangani kejahatan dengan lebih efektif. Dengan mengetahui risiko kejahatan yang ada, kepolisian dapat lebih fokus pada upaya pencegahan kejahatan.”
Dalam konteks penegakan hukum, pendekatan analisis risiko juga dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih efektif. Dengan mengetahui risiko kejahatan yang ada, penegak hukum dapat merancang strategi penindakan yang lebih tepat dan efisien.
Sebagai contoh, dalam kasus penanggulangan narkotika, pendekatan analisis risiko dapat membantu kepolisian dalam mengidentifikasi jaringan peredaran narkotika yang ada, mengevaluasi tingkat risiko kejahatan yang terkait, serta merancang strategi penindakan yang lebih efektif untuk mengurangi peredaran narkotika di masyarakat.
Dengan demikian, menangani kejahatan dengan pendekatan analisis risiko merupakan langkah yang penting dalam upaya pencegahan dan penegakan hukum. Melalui pendekatan ini, kita dapat lebih efektif dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko kejahatan yang ada, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang lebih aman dan damai.
