Tantangan dan peluang implementasi pendekatan hukum berbasis keadilan memang tidaklah mudah. Namun, jika kita mampu mengatasi tantangan-tantangan tersebut, maka peluang untuk menciptakan sistem hukum yang lebih adil dan berkeadilan akan terbuka lebar.
Menurut Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, seorang pakar hukum Indonesia, pendekatan hukum berbasis keadilan menekankan pentingnya keadilan dalam setiap aspek hukum. Hal ini tidak hanya mengacu pada aspek substansi hukum, tetapi juga pada proses-proses hukum yang berlangsung. Dalam bukunya yang berjudul “Hukum dan Keadilan”, Prof. Satjipto menekankan bahwa keadilan harus menjadi landasan utama dalam pembentukan dan implementasi hukum.
Namun, tantangan muncul ketika kita berbicara tentang bagaimana cara mengimplementasikan pendekatan hukum berbasis keadilan ini dalam praktek sehari-hari. Banyak faktor yang dapat menghambat proses implementasi, mulai dari ketidakseimbangan kekuasaan, hingga ketidakadilan dalam praktek-praktek hukum yang sudah terjadi.
Salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan dalam implementasi pendekatan hukum berbasis keadilan adalah melalui penguatan lembaga-lembaga penegak hukum yang independen dan profesional. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Sri Palupi Prabandari, seorang ahli hukum dari Universitas Indonesia, “Lembaga penegak hukum yang independen dan profesional akan mampu melindungi hak-hak rakyat dan memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan.”
Selain itu, kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat sipil juga dapat menjadi peluang besar dalam implementasi pendekatan hukum berbasis keadilan. Dengan adanya kerja sama yang baik antara berbagai pihak, maka akan lebih mudah untuk menciptakan sistem hukum yang lebih adil dan berkeadilan.
Dalam menghadapi tantangan dan peluang dalam implementasi pendekatan hukum berbasis keadilan, kita perlu memahami bahwa proses ini membutuhkan waktu dan komitmen yang kuat dari semua pihak terkait. Seperti yang dikatakan oleh Nelson Mandela, “Untuk mencapai keadilan sejati, kita harus bersedia untuk berjuang dan bekerja keras. Tantangan akan selalu ada, tetapi kita harus tetap optimis dan terus berusaha untuk menciptakan dunia yang lebih adil bagi semua.”
