Kejahatan kekerasan seksual merupakan permasalahan serius yang masih kerap terjadi di masyarakat. Namun, sayangnya stigma dan tabu seputar kejahatan ini seringkali membuat korban enggan untuk melapor atau mencari pertolongan. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan, karena dapat membuat korban semakin terpuruk dan sulit untuk mendapatkan keadilan.
Untuk mengatasi stigma dan tabu seputar kejahatan kekerasan seksual di masyarakat, diperlukan upaya yang lebih serius dari semua pihak. Menurut Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, “Penting bagi kita untuk memahami bahwa kekerasan seksual bukanlah kesalahan korban, melainkan tindakan kriminal yang harus ditindaklanjuti dengan serius.”
Salah satu cara untuk mengatasi stigma dan tabu ini adalah dengan memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat. Melalui edukasi, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami bahaya kekerasan seksual dan tidak lagi menyalahkan korban. Menurut Rina Anggraeni, seorang psikolog klinis, “Penting bagi kita untuk memahami bahwa korban kekerasan seksual tidak pantas mendapat stigma atau dicap sebagai pelaku kesalahan. Mereka butuh dukungan dan perlindungan dari kita semua.”
Selain itu, perlu juga adanya kerjasama antara pemerintah, lembaga perlindungan anak, dan masyarakat dalam memberikan perlindungan dan keadilan bagi korban kekerasan seksual. Menurut Komnas Perempuan, “Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi korban kekerasan seksual dan memberikan mereka ruang untuk menyuarakan perasaan dan pengalaman mereka.”
Dengan adanya upaya-upaya ini, diharapkan stigma dan tabu seputar kejahatan kekerasan seksual dapat diatasi dan korban dapat mendapatkan perlindungan dan keadilan yang layak. Kita semua memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi korban kekerasan seksual. Jadi, mari bersama-sama berjuang melawan stigma dan tabu ini demi keadilan bagi semua korban kekerasan seksual.