Penelusuran data kejahatan di Ampenan menjadi sorotan utama dalam upaya pencegahan kejahatan di daerah tersebut. Faktor penyebab kejahatan yang terjadi di Ampenan perlu dikaji lebih dalam untuk menemukan solusi yang efektif dalam mengatasi masalah ini.
Menurut Kepala Kepolisian Kota Mataram, AKBP Hafidh Satriyo Handoyo, penelusuran data kejahatan di Ampenan merupakan langkah awal yang harus dilakukan untuk mengetahui pola kejahatan yang sering terjadi dan faktor penyebabnya. “Dengan mengetahui data kejahatan yang ada, kita dapat lebih mudah mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat,” ujarnya.
Salah satu faktor penyebab kejahatan di Ampenan adalah tingginya tingkat pengangguran di daerah tersebut. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Maria Sumarauw dari Universitas Mataram, tingkat pengangguran yang tinggi dapat menjadi pemicu terjadinya kejahatan. “Banyaknya orang yang tidak memiliki pekerjaan dapat mendorong mereka untuk melakukan tindakan kriminal sebagai cara untuk mencari penghasilan,” ungkapnya.
Upaya pencegahan kejahatan di Ampenan perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Menurut Dr. Budi Santoso, seorang pakar kriminologi dari Universitas Indonesia, pencegahan kejahatan tidak hanya dilakukan oleh pihak kepolisian saja, melainkan juga melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga sosial. “Kolaborasi antara berbagai pihak sangat diperlukan dalam upaya pencegahan kejahatan di suatu daerah,” katanya.
Selain itu, perlu juga dilakukan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar. Menurut Dr. Yulianto, seorang ahli psikologi sosial dari Universitas Gadjah Mada, kesadaran masyarakat akan kejahatan dapat membantu dalam mengurangi tingkat kejahatan di suatu daerah. “Masyarakat yang sadar akan risiko kejahatan cenderung lebih waspada dan siap untuk melaporkan jika melihat tindakan kriminal,” ujarnya.
Dengan adanya penelusuran data kejahatan di Ampenan, diharapkan dapat membantu dalam menemukan solusi yang tepat dalam upaya pencegahan kejahatan di daerah tersebut. Kolaborasi antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga sosial menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga Ampenan.
