Peran teknologi dalam upaya pengungkapan kejahatan besar semakin terlihat penting dalam era digital saat ini. Teknologi memberikan kemudahan dalam mengumpulkan bukti-bukti dan informasi yang dibutuhkan untuk mengungkap kasus-kasus kejahatan yang kompleks.
Menurut Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Brigjen Polisi Ferdy Sambo, teknologi telah membantu pihak kepolisian dalam memecahkan berbagai kasus kejahatan besar. “Dengan adanya teknologi, kami dapat dengan cepat mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan untuk mengungkap kasus-kasus kejahatan yang sulit,” ujarnya.
Salah satu contoh peran teknologi dalam pengungkapan kejahatan besar adalah melalui analisis data forensik. Dengan menggunakan teknologi forensik digital, petugas dapat mengidentifikasi jejak digital pelaku kejahatan, seperti pesan teks, email, dan aktivitas online lainnya yang dapat menjadi bukti dalam proses penyelidikan.
Selain itu, teknologi juga memungkinkan pihak kepolisian untuk melakukan pemantauan dan pelacakan terhadap pelaku kejahatan secara real-time. Dengan memanfaatkan CCTV, sistem pemantauan wajah, dan teknologi pengenalan plat nomor kendaraan, petugas dapat dengan cepat menemukan keberadaan pelaku dan mengamankan bukti-bukti yang diperlukan.
Namun, meskipun teknologi memberikan banyak kemudahan dalam mengungkap kejahatan besar, masih diperlukan peran aktif dari masyarakat dalam memberikan informasi dan kerjasama dengan pihak kepolisian. Sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, “Teknologi hanya merupakan alat bantu, yang sebenarnya yang paling penting adalah kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat dalam memberikan informasi yang dapat membantu mengungkap kejahatan besar.”
Dengan demikian, peran teknologi dalam upaya pengungkapan kejahatan besar memegang peranan penting, namun tetap membutuhkan kerjasama dan partisipasi aktif dari seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kejahatan.
